Kamis, 27 Desember 2012

Siaga Natal 2012

I have a story about my experience ,, ^_^
pengalamanku pertamaku siaga natal adalah menjadi tugas medisku yang ketiga kalinya ,,setelah yang pertama ku tugas medis di acara peresmian gedung baru Fakultas Pascasarjana Universitas Pasundan,, dan tugas medis yang kedua adalah menjadi P3K di acara POM (Pekan Olahraga Mahasisw)..
semua kegiatan itu adalah suatu keinginanku mengikuti PMR dari SMP ,aku ingin turun langsung menjadi relawan,, yaa walaupun masih dalam ruang lingkup yang kecil,, tapi aku bangga dan bersyukur dengan apa yang dapat aku lakukan, karena menjadi seorang relawan adalah tugas mulia :))
dan masih banyak lagi sesuatu yang sebelumnya aku tidak bisa lakukannya,, disini bersama teman-teman baruku aku mencoba menjadi pribadi yang terbuka lagi.. dan aku nikmatin setiap hari dalam hidupku dengan segala pengalaman yang dialami dan mungkin takkan terulang percis sama ,,
dan aku tidak pernah berhenti bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan di kehidupanku ,,karena tidak semua orang bisa seperti aku dan teman-teman yang beruntung lainnya..

Minggu, 23 Desember 2012

Mountenering


> holla blogger !!!
hari ini aku punya pengalaman baru lagii,, kegiatan yang sebelumnya tidak aku kira bisa aku lakukan ,,
yupzz,, hari ini aku merasa bebas dan dapat menghirup udara segar di sebuah tempat yang sebelumnya tidak aku tahu ,, di sana aku bisa liat pemandangan bandung begitu jelas ..
bersama akang/teteh dan saudara-saudaraku di Korps Sukarela Palang Merah Indonesia atau biasa disebut KSR PMI Unit UNPAS ^_^
Kegiatan mountenering ini dilaksanakan di Gunung Batu, Bandung ,,disana kami melakukan climbing dan revling..
emm,, kami juga mendapat materi tentang memanjat ,dan yang kami lakukan adalah rockclimbing yaitu memanjat batu ,,alat-alat yang digunakan ada carabiner scrup, carabiner scrupget, carabiner snap, webbing, caramantel dinamis, ascender, runner..
aku sendiri sihh belum bisa manjat sampai puncak ,,tapi setidaknya aku sudah mencoba ,,hhe
tapi aku bisa revling sampe bawah ,,yaaa awalnya emang takut tapi pas udah jalan beberapa langkah ternyata seru lhoo,,
dan aku jadinya ketagihan ,, =D
pokoknya temen-temen yang baca cerita aku ini harus nyoba dehh ,,seru lhoo mountenering ituu.. ^_^

Minggu, 09 Desember 2012

Hymne KSR UNPAS

berjanji mengabdikan diri
tak kenal waktu dan tak kenal lelah
terus berbakti

suci ikhlas di dalam jiwaku
cita-cita luhur dan mulia
harapan bangsa

kami korps sukarela universitas pasundan
dengan tulus niat menolong sesama
mencoba menganbdi demi satu janji pada ibu perrtiwi

memberi keikhlasan hati
tanpa kata pamrih
mengharapkan ridho dari illahi robbi

Mustika Elang



Hiii bloggerr !!!
Selama satu minggu kemarin aku mengalami hal-hal yang sebelumnya nggk aku pikirkan …
Tanggal 26 november – 2 desember kemarin aku ikut DIKLATSAR XIX KSR PMI UNIT UNPAS ,, aku dan 9 temanku mengikuti malam karntina terlebih dahulu pada malam selasa… dan selasa pagi kita berangkat menuju purwakarta, tempat pertama yang kita singgahi adalah Desa Cihanjawar ,lalu kita dilepas oleh kepala desa cihanjawar untuk memasuki  hutan pertama..
selama 6 hari , naik turun gunung kita tempuh demi menjadi seorang relawan ,, makan bersama, mandi bersama, susah senang kita bersama dalam guyuran hujan kita tetap berpegangan tangan ,saling menghangatkan karena kami adalah saudara .. semua perjalanan dan pendakian menjadi sejarah bagi kami para calon relawan muda .. kami mengabadikan semua pengalaman yang telah kami lewati bersama dengan memberi nama "Mustika Elang" ,sebuah nama yang kami ambil dari kata "mustika" yang berarti batu karena setiap kami melewati batu.batu besar disitulah kami mempererat tangan kami untuk saling menjaga, dan kata "elang" karena kami selalu di sambut oleh burung elang ..
walau kami tidak dapat dilantik secara bersamaan karena saudara kami ada yang kecelakaan ,kami tetap harus berdiri tegak, karena kami tau air mata tak akan membuat semuanya membaik ..
Kami adalah "Mustika Elang" anggota muda KORPS SUKARELA PMI UNIT UNIVERSITAS PASUNDAN !!
1. Reiza Dwi Putra Gumelar
2. Aam Amalia
3. Aghnia NS
4. Arfib MF
5. Eka W
6. Feni May Listiani
7. Memo P
8. Muhammad Reza Insan Fadhil
9. Nenden Ayu K
10. Nina Juliana Pujirahayu

Selasa, 10 Juli 2012


 “Mewujudkan Kepribadian dan Profesionalitas Guru untuk Masa Depan”
Oleh : Indra Prayoga

            “Terpujilah wahai engkau Ibu Bapak Guru, namamu akan selalu hidup dalam sanubariku. Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku, sebagai prasasti terimakasih ku tuk pengabdianmu. Engkau bagai pelita dalam kegelapan, engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan, engkau patriot pahlawan bangsa, tanpa tanda jasa…”

          Sepertinya, sudah tak asing lagi tatkala kita mendengar lagu yang satu ini. Bahkan mungkin dalam setiap upacara hari senin, kita sering mendengarnya dalam deretan lagu wajib nasional. Lagu ciptaan Pak Sartono ini patut untuk diacungi jempol karena rasanya ketika lagu ini dikumandangkan, terasa khidmat dan membangkitkan semangat sekaligus membuat para guru bangga dengan profesi mulianya itu. Secara tidak langsung, lagu tersebut menandakan bukti kesetiaan guru terhadap para anak didiknya kapan pun dan dimanapun ia berada.
          Keberadaan para guru sangat urgen sekali mengingat masa depan bangsa ditentukan oleh Generasi yang berkependidikan. Selain itu peranan pendidikan yang memang merupakan kebutuhan dasar setiap manusia perlu di realisasikan keberadaannya dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan Negara. Oleh karena itu komponen-komponen yang mendukung penyelenggaraan pendidikan seperti sekolah dan tenaga pendidik/guru perlu diperhatikan keberadaannya dengan baik karena keberhasilan masa depan tentu tidak dapat dipisahkan dari institusi yang menaunginya.

Dimana ada Sekolah, Disana pasti ada Guru
            Sekolah merupakan lembaga yang berperan sangat penting dalam dunia pendidikan. Baik atau buruknya masa depan kita ditentukan oleh baik tidaknya pendidikan yang di berikan guru di sekolah, di samping pendidikan anak oleh orang tuanya di rumah. Sekolah serta lingkungan di sekelilingnya mempengaruhi kesuksesan kita sebagai pelajar di masa depan. Jadi sekolah adalah pelengkap proses pendidikan yang diberikan oleh orang tua kita. Sekolah sangat diperlukan untuk melahirkan para generasi bangsa yang ahli ilmu pengetahuan, kepemimpinan yang baik dan cerdas, pemikir-pemikir atau cendekiawan yang professional, karena suatu saat para penerus bangsa inilah yang diperlukan untuk kesejahteraan hidup suatu Negara di masa mendatang. Oleh karena itu, ini semua tidak terlepas dari peranan sekolah dimana di dalamnya terdapat guru yang turut andil dalam mengatur anak didiknya.
            Pilihan menjadi seorang guru, secara langsung mengabdikan diri pula untuk  menjadi sosok teladan yang baik, karena memang sudah  sewajarnya tabiat seorang guru  harus mempunyai karakter tersebut. Tidak hanya karakter itu saja yang harus dimiliki guru, tetapi karakter-karakter lainnya yang dilandasi akhlakul karimah karena seorang guru yang baik itu adalah guru yang dapat mempengaruhi anak didiknya untuk menjadi yang terbaik dan berprestasi di sekolah.
 Berbicara mengenai profesi seorang guru, berbicara pula aktivitas kegiatan belajar di sekolah. Setiap hari kita menuntut ilmu di lembaga ini dari pagi hingga sore hari dan itu semua tidak terlepas dari bimbingan guru disana. Hal ini memberikan keterangan bahwasannya wajib bagi kita untuk menggali ilmu dan mengembangkan ilmu pengetahuan, tentu terjadilah proses pentransferan ilmu dari guru kepada anak didiknya. Tidak hanya itu saja, seorang guru harus mampu menyampaikan bahwa tugas  seorang siswa itu tidak hanya sebatas menjadi pencari ilmu saja, tapi harus pula mendukung proses belajar, mengajarkan ilmu atau orang yang mengamalkkan ilmu agar lebih bermanfaat. Dengan begitu, siswa di sekolah mengetahui makna dan hakikat ilmu yang sebenarnya. Seorang guru yang baik selain dapat mempengaruhi anak didiknya ke arah yang benar, memahamkan serta menanamkan pula bahwa potensi semua siswa itu adalah sama. Tapi yang membedakan hasil akhirnya itu adalah  melalui tahapan proses sebelumnya. Bukankah proses belajar yang baik akan menghasilkan pemahaman yang baik pula?
            Memahamkan dan menancapkan perkataan pada anak didik bahwa “Tidak ada orang yang pintar, yang ada itu hanyalah orang yang rajin dalam memahami segala sesuatu” dan “ tidak ada orang yang bodoh, yang ada itu hanyalah orang yang malas menggunakan sarana pengembangan dirinya”. Kesimpulan tersebut tentu sudah menjadi hal yang tak aneh terdengar oleh telinga kita. Bahkan sering kita mendengarnya dari guru di sekolah. Sudah dikatakan sejak awal bahwa inginnya guru itu adalah melakukan sesuatu yang terbaik bagi anak didiknya, dan tak mungkin menjerumuskannya kepada sesuatu yang salah. Meskipun kesalahan yang terkadang dilakukan oleh manusia itu sifatnya manusiawi, tapi bukan berarti kita senantiasa untuk tetap dalam kesalahan tersebut. Melainkan adanya perubahan untuk memperbaiki kesalahan tersebut ke arah yang lebih baik.
            Seorang guru yang handal itu adalah guru yang pandai membaca situasi dan kondisi anak didiknya, tak mungkin memaksakan kehendaknya secara langsung agar anak didik itu mampu memahami apa yang dikehendaki gurunya tersebut. Dan yang paling bijak adalah memahaminya secara pelan dan penuh dengan perasaan. Tapi di sisi lain tak dapat dipungkiri lagi bahwa ada saja siswa yang membuat kesal karena tingkah lakunya di sekolah. Sebenarnya ini hal yang lumrah, karena tidak semua siswa yang baik itu ada di sekolah. Intinya, bersabar atas segala gangguan dan interaksi dari siswa itu penting. Meskipun demikian guru memberikan pengarahan, bimbingan dan peringatan dengan cara yang bijaksana dan hal ini pun sekaligus menjadi pembelajaran yang lebih bagi para guru, sekaligus menjadi ladang amal tersendiri bahwa menjadi seorang guru dibutuhkan kesabaran untuk menghadapi anak didiknya. Ada saja cobaan yang menimpa setiap waktu, tapi bukan berarti tidak mungkin anak didik itu tidak dapat berubah, sedikit demi sedikit perkataan bijak yang dilontarkan guru, pasti lama kelamaan akan melekat dan membuat hati anak didik itu luluh. Hanya saja butuh waktu dan proses serta motivasi yang kuat untuk menjalani semuanya itu. Bukankah batu cadas yang begitu keras pada akhirnya dapat berlubang juga karena terus menerus ditimpa derasnya hujan? Intinya, perlahan tapi pasti.
            Profesi menjadi seorang guru itu tidak mudah, apalagi harus menjadi contoh yang baik bagi seluruh civitas sekolah. Tetapi jika dilaksanakan dengan ikhlas dan sabar serta menjalankan tugasnya dengan baik, maka disanalah letak kemuliaan seorang guru. Tidak hanya menjadi sosok yang ideal saja, tapi juga sosok yang professional, karena dengan adanya guru yang berkualitas dan bermutu tentu akan melahirkan manusia-manusia yang unggul.

Sumber Daya Tenaga Pendidik yang Profesional
          Profesionalitas seorang guru di sekolah sangat menentukan keberhasilan proses belajar mengajar. Sumber daya yang professional tentu adalah orang-orang yang memiliki kemampuan, etos kerja yang bagus, amanah serta bertanggung jawab. Semua ini tidak hanya ditanamkan kepada guru saja, melainkan ditanamkan pula kepada anak didik, karena hal ini akan mempengaruhi perkembangan pendidikan di sekolah. Baik buruknya ucapan dan perilaku guru secara langsung akan menjadi contoh bagi siswa. Dan di lingkungan sekolah, tentu yang paling banyak berhubungan dengan siswa adalah gurunya. Oleh karena itu, selain mempunyai kepribadian yang baik, haruslah pula mempunyai semangat yang tinggi. Semangat dalam artian bersungguh-sungguh dalam proses mengajar dalam rangka menyebarkan ilmunya serta mempermudah metode pengajaran kepada orang yang akan mewarisi ilmunya itu dan mengemas sedemikian rupa agar proses belajar mengajar itu bisa menyenangkan. Santai tapi serius, lingkungan kondusif dan yang pasti semua siswa paham dengan apa yang disampaikan gurunya, itulah profesionalitas seorang guru.

“Aku ingin sekali menjadi guru yang professional, karena aku tahu bahwa jasa seorang guru itu begitu mulia. Dari tangan seorang guru, dapat lahir para generasi unggul dambaan umat. Aku ingin sekali bisa bermanfaat bagi orang lain di masa depan, mengabdi pada dunia melalui ilmu yang diwariskan secara turun temurun. Tidak ada harta yang paling indah selain mendakwahkan ilmu. Beruntung dan berbahagialah para pelajar di seluruh dunia yang cita-cita di masa depanmu menjadi seorang guru, karena kemuliaan selalu datang pada orang yang berilmu. Pengabdianmu tak akan pernah terbalaskan di dunia, tapi pengabdianmu itu adalah karunia sekaligus sebagai amal jariyah investasimu kelak di akhirat” 

Jumat, 11 Mei 2012

GURU TAK SEKEDAR PROFESI

Artikel ini adalah hasil karyaku untuk diikutsertakan dalam sebuah Lomba Menulis, walaupun hanya menjadi peserta tapi aku senang dan bangga karena ini pertma kalinya aku ikut lomba menulis walaupun dari sejak kecil aku senang menulis.

oleh : Nina Juliana Pujirahayu
GURU TAK SEKEDAR PROFESI


Tidak ada habisnya jika kita bicara tentang pendidikan Indonesia, akan tetapi bukan karena prestasinya namun tentang wajah buramnya pendidikan Indonesia yang semakin tidak terkendali. Kerusakan sekolah dimana-mana khususnya pada bangunan sekolah tingkat SD, begitu pula dengan prestasi siswa yang semakin menurun. Bahkan banyak anak-anak yang tidak sekolah atau  putus sekolah karena biaya pendidikan yang begitu mahal, walaupun terdapat program BOS namun tatap saja keperluan lainnya harus ditanggung oleh siswa. Ditambah adanya sebagian siswa yang dapat bersekolah namun tidak memanfaatkannya dengan baik, semakin terpuruklah pendidikan Indonesia.

Ketika saya bertanya tentang pendidikan kepada teman-teman di sekolah, hanya sebagian saja yang berkomentar, yang lainnya hanya tersenyum dan acuh tak acuh. Sungguh ironis, apakah mereka tidak peduli atau  mereka tidak pernah ingin tau tentang pendidikan. Padahal mereka juga seorang siswa, semakin tergugah hati saya untuk menjadi seorang guru. Kelak nanti saya menjadi seorang  guru, saya ingin mengajar, mendidik dan lebih dari itu saya juga ingin membangun sikap peduli setiap siswa  terhadap keadaan sekitar khususnya mengenai pendidikan. Sehingga bukan hanya kemampuan intelektual saja yang dikembangkan, tetapi juga emosional siswa agar peka terhadap lingkungan.

Disamping ketidakseriusan siswa dalam belajar, keterpurukan dunia pendidikan  juga disebabkan karena adanya sebagian tenaga pengajar/guru yang tidak sungguh-sungguh memberikan ilmu untuk para siswa- siswinya. Sebagian guru hanya dapat menyampaikan teori tetapi tidak bisa membimbing siswa-siswinya untuk menerapkan teori tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai seorang siswa saya merasa miris melihat keadaan pendidikan Indonesia. Ingin sekali saya menjadi bagian dari orang-orang yang memperjuangkan pendidikan yaitu menjadi seorang guru.

Berbicara tentang guru, di jaman yang serba modern ini seorang guru profesional mungkin sangat minim sekali. Mengingat guru adalah sebuah profesi sehingga bagi sebagian orang menjadi seorang guru hanya cukup dengan menjalankan tugasnya mengajar di dalam kelas.Bahkan tidak jarang seorang guru berdemo agar gajinya dinaikkan, sehingga materi bisa kapan saja menghilangkan niat baik seorang guru.

Disaat seperti inilah seorang guru profesional dipertanyakan keberadaannya.Seorang guru profesional merupakan guru yang bisa mengajar dalam kondisi bagaimanapun, murid seperti apapun, dan dimanapun.Namun, tidak semua guru dapat menjadi seorang guru profesional. Profesionalisme hanya dimiliki oleh orang yang benar-benar menguasai apa yang menjadi tanggung jawabnya dan mengerti resiko dari profesinya. Seorang guru dapat dikatakatakn sebagai guru profesional apabila dapat menjadi tenaga pengajar yang benar-benar mengabdikan dirinya untuk pendidikan, tidak mencari materi dalam setiap pengetahuannya.

Sebagai seorang guru bukan hanya bertugas untuk mengajar maupun mendidik, akan tetapi membuat siswa-siswinya nyaman berada di dalam kelas dan menyukai pelajaran yang disampaikan, semua itu dapat dirasakan para siswa dari sikap guru tersebut ketika berada di dalam kelas. Suasana KBM (kegiatan belajar mengajar) yang kondusif  di dalam kelas juga dapat mempengaruhi siswa dalam menerima pelajaran. Oleh karena itu, menjadi seorang guru profesional juga harus mengerti keadaan psikologi para siswa. Dalam artian, kita harus mengatur waktu yang tersedia di dalam kelas untuk menyampaikan pelajaran dan membawa siswa agar tidak bosan di dalam kelas. Menentukan golden time agar para siswa dapat memahami pelajaran dengan sesekali diselingi canda siswa dapat sejenak beistirahat, dan memberikan waktu bagi siswa untuk bertanya. Seorang guru profesional juga tidak hanya menerima pertanyaan di dalam kelas, akan tetapi di luar kelas maupun di luar sekolah sudah menjadi kewajiban seorang guru untuk melayani siswa – siswinya.

Menurut saya pribadi menjadi seorang guru profesional bukan hanya dapat berdiri di depan kelas, akan tetapi dapat berada di samping siswa-siswinya untuk menjadi pendamping yang baik bagi mereka agar generasi penerus dapat menjadi cahaya terang untuk kemajuan suatu bangsa. Oleh karena itu, dimulai dari guru profesional maka akan tercipta Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Terdapat kutipan dari sebuah artikel karya Dra. Ani M.Hasan,M.Pd yang selalu menjadi motivasi bagi saya untuk menjadi seorang guru profesional yaitu,

Kemerosotan pendidikan bukan diakibatkan oleh kurikulum tetapi oleh kurangnya kemampuan profesionalisme guru dan keengganan belajar siswa. Profesionalisme menekankan kepada penguasaan ilmu pengetahuan atau kemampuan manajemen beserta strategi penerapannya. Profesionalisme bukan sekadar pengetahuan teknologi dan manajemen tetapi lebih merupakan sikap, pengembangan profesionalisme lebih dari seorang teknisi bukan hanya memiliki keterampilan yang tinggi tetapi memiliki suatu tingkah laku yang dipersyaratkan”.

Dari artikel tersebut saya bisa mengerti bagaimana menjadi seorang guru profesional. Dan semoga selogan yang selalu melekat dari seorang guru yaitu, “Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa”selalu menjadi acuan bagi seorang guru untuk menjadi seorang guru profesional sehingga terlahir generasi penerus yang berkualitas, karena sesungguhnya dari tangan seorang gurulah setiap orang dapat menjadi manusia yang sesungguhnya.

            Kesimpulannya, menjadi guru tidak cukup hanya dengan mendapat sebuah gelar untuk dijadikan profesi dari seseorang. Namun, jadilah seorang guru profesional yang mengabdikan diri untuk pendidikan Indonesia pada khususnya dan untuk pendidikan dunia  pada umumnya. Memahami keadaan psikologi para siswanya ketika berada di dalam kelas. Melayani siswa-siswinya, baik di luar kelas maupun di luar sekolah. Menumbuhkan kepedulian dari diri seorang siswa terhadap sesama dan lingkungan. Dengan mengemban tugas yang mulia dari seorang guru bukanlah untuk mencari materi, melainkan untuk mencerdaskan anak bangsa.

Saat sebagian besar teman mereka mengejar pekerjaan tetap, uang dan pangkat, para Pengajar Muda adalah ‘orang-orang aneh’ yang memilih merangkai hidup atas dasar panggilan hati. Merreka adalah harapan terbaik bagi bangsa ini
-Rene Suhardono

Sebuah Kisah Klasik-SO7

Jabat tanganku, mungkin untuk yang terakhir kali
Kita berbincang tentang memori di masa itu
Peluk tubuhku usapkan juga air mataku
Kita terharu seakan tiada bertemu lagi
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Bersenang-senanglah
Karna hari ini yang akan kita rindukan
Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Karna waktu ini yang akan kita banggakan di hari tua
Reff:
Sampai jumpa kawanku
Semoga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Sampai jumpa kawanku
Semoga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Karna hari ini yang akan kita rindukan
Di hari nanti…
Ke: Reff
Mungkin diriku masih ingin bersama kalian
Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian

Selasa, 08 Mei 2012

Percayalah-Last Child


ujian hidup yang selalu menerpamu
yang berjuang untuk hidup yang hanya sementara
rasa perihnya hujan di hatimu
yang diberikan oleh rasa yang hanya sementara
kita hidup di dunia yang penuh tanda tanya
yang tak mungkin kau ubah dan terpaksa mengikutinya
kita berada di antara benar atau salah
yang tak mungkin dapat kau ukur dengan rasa
berdoalah, sampaikan pada Tuhan semua keluh kesahmu
Dia kan menjawabnya
percayalah, dia kan menunjukkan kasihNya padamu
melalui jalannya, percayalah
wahai kamu yang tak seperti mereka
yang terlihat cerah menjalani hidupnya
pandangan hidup yang selalu lihat ke atas saja
jadi pemicu keinginan yang tiada habisnya
bersujudlah, akui pada Tuhan semua kelemahanmu
Dia kan menguatkannya
memohonlah, Dia kan memberikan yang terbaik untukmu
melalui caraNya, percayalah
berdoalah, sampaikan pada Tuhan semua keluh kesahmu
Dia kan menjawabnya
percayalah, dia kan menunjukkan kasihNya padamu
melalui jalannya, percayalah
bersujudlah, akui pada Tuhan semua kelemahanmu
Dia kan menguatkannya
memohonlah, Dia kan memberikan yang terbaik untukmu
melalui caraNya, percayalah

Minggu, 06 Mei 2012

make wish

hii blogger,,
hari ini tanggal 6 Mei 2012, itu artinya tinggal  20 hari lagi pengumuman untuk kelulusan, karena tanggal 26 Mei 2012 adalah pengumunan kelulusan bagi siswa-siswi SMA,, hemm,
setiap kali ingat tanggal itu selalu aja bikin deg-degan ,karena hari itu adalah penentuan masa depan aku selanjutnya,,
ya, apalagi pada tgl.27 Mei 2012 adalah pengumuman hasil SNMPTN Undangan,,,
pokoknya tgl. 26 dan 27 Mei tahun 2012 ini akan menjadi hari yang bersejarah buatku,,
dan harapanku adalah bisa LULUS dengan nilai yang baik dan bisa DITERIMA di univ yang diinginkan lewat jalur undangan...
setelah 18 tahun ini aku dibesarkan oleh orang tuaku, kini tinggal satu langkah lagi untuk menggapai cita-cita,, yaitu menjadi seorang GURU ,,dari kecil aku ingin sekali menjadi seorang guru dan orang tuaku sangat mendukung itu,, dan dengan cara aku dapat mewujudkan cita-cita ku maka setidaknya rasa lelah dan cape orang tuaku yang selama ini merawtaku dapat terbayar dengan aku menjadi orang yang sukses.
Semoga Allah SWT selalu meridhai apa yang aku kerjakan dan apa yang aku niatkan,, Amiinn,,

Kamis, 22 Maret 2012

Siapakah anak yang beruntung ?

Hidup adalah perjuangan, ketika seorang anak harus turun di jalanan untuk mencari uang, apakah itu sebuah perjuangan ??
Sungguh miris melihat anak – anak jalanan yang tak kenal lelah mengumpulkan sekeping demi sekeping uang recehan untuk membiayai keluarganya. Mereka meninggalkan bangku sekolah untuk sesuap nasi, bagaimana negeri ini akan maju apabila generasi penerus yang seharusnya bersaing di dunia pendidikan harus bersusah payah di terminal bus, di trotoar jalan, dan di dalam angkutan umum. Kapan mereka dapat belajar tentang majunya teknologi apabila waktu mereka hanya untuk mencari uang. Namun kembali lagi pada Sang Maha Kuasa, Allah SWT., dibalik semua penderitaan anak jalanan masih ada anak yang beruntung dapat duduk di bangku sekolah. Pertanyaannya, apakah anak – anak beruntung itu dapat memanfaatkan anugrah yang didapatnya ??
 Sungguh miris melihat para pelajar yang menggunakan seragamnya hanya untuk bertawuran.
Mereka tidak menggunakan kesempatan yang mereka dapat  untuk suatu hal yang positif, bahkan mereka tak peduli dengan pelajaran sekolahnya. Yang ada dipikiran mereka hanya sebuah kesenangan sesaat, berfoya-foya, dan menjadi anak yang konsumtif. Apakah mereka tidak berpikir bahwa mereka adalah seorang anak yang sangat dinantikan orang tuanya, yang akan menjadi kebanggaan kedua orang tuanya.
Jadi, manakah yang sebenarnya seorang anak yang beruntung ??
Tentu saja jawabannya adalah seorang anak jalanan. Mengapa ??
Karena walaupun hidup mereka tak dapat mengenyam pendidikan, namun mereka menggunakan kesempatan hidup mereka untuk membiayai keluarganya. Tidak seperti sebagian anak yang dapat duduk di sekolah yang tidak dapat memanfaatkan kesempatan hidup dan lahir di keluarga yang berada.
Oleh karena itu, pergunakanlah kesempatan hidupmu untu melakukan hal – hal yang berguna.
Dan bagi kamu yang pernah melakukan kesalahan, gunakanlah kesempatan hidupmu untuk memperbaiki kesalahan itu dan tidak mengulanginya lagi.!!!!!!
Ingat ! Kita hidup di dunia ini hanya sementara, semua yang kita miliki hanyalah titipan semata.

Rabu, 21 Maret 2012

GURU !

Dari kecil aku pengen banget jadi GURU,, gak tau kenapa aku tertarik dengan profesi itu..
kata orang GURU itu pahlawan tanpa tanda jasa,, tapi buat aku GURU itu lebih dari itu..
Dari mulai aku duduk di bangku TK, sampe sekarang aku duduk di bangku SMA,, banyak banget GURU yang udah ngajarin dan ngedidik aku,, bahkan bukan cuma untuk aku tapi untuk kakak-kakak kelasku,, teman-temanku, dan adik-adik kelasku.. Wahh, gak kebayang yahh udah berapa murid yang beliau ajar hingga murid-muridnya dapat sukses dan meraih cita-cita...
Aku semakin tertarik untuk menjadi GURU,, dan aku juga punya ciat-cita ingin keliling Indonesia.. tapi bukan untuk liburan lho,, aku ingin keliling Indonesia untuk mengunjungi pelosok-pelosok desa yang masih kuarang pendidikannya,, ya semacam GURU relawan gitu dehh ..hehe (AMIINN)
Oiya, aku punya GURU favorite lho,, dari semua GURU yang pernah mengajarku, beliau yang paling menginspirasi dan memotivasi aku untuk menjadi GURU exact.. ^_^

semoga apa yang aku cita-citakan tercapai menjadi seorang GURU profesional, dan aku bisa membanggakan kedua orang tuaku..
Amiinn :)

Sabtu, 04 Februari 2012

UN dan US

gak terasa 3 tahun duduk di bangku SMA, bentar lagi UN dan US .. tepatnya US tgl.5 Maret 2012, dan UN tgl. 16 April 2012 .. mudah - mudahan diberi kelancaran dan kemudahan .. dan bisa LULUS dengan nilai yang baik ,, plus diterima di UNIV yang diinginkan .. amiiinn

We certainly can! ^_^

Sabtu, 28 Januari 2012


yang dapat saya lakukan adalah ...........
  • berdo'a
  • berusaha
yang saya harapkan adalah ...........
  • sukses dalam menggapai cita - cita
  • dapat membahagiakan orang tua
i hope is really come true ..

Kamis, 19 Januari 2012

MY IDENTITY

Hi, namaku Nina Juliana Pujirahayu. Aku anak pertama dari dua baersaudara, adikku laki - laki namanya Jodi Maulana Pujirahayu. Aku lahir di Tasikmalaya, 19 Juli 1993.
Aku punya hoby mendaengarkan musik, walaupun gk bisa maen alat musik ..hhe
Karena musik bisa menemani dalam suasana apapun. ^_^