“Tahun Baru”
Sebuah kalimat yang sangat gencar dibicarakan oleh orang-orang pada saat mendekati malam pergantian tahun. Namun apakah makna dari pergantian tahun itu ?
Kebanyakan orang-orang merayakan malam pergantian tahun dengan berpesta dan berfoya-foya. Pergi hingga tengah malam dan menyalakan bunyi-bunyian sebagai tanda pergantian tahun. Mereka seakan dibutakan oleh malam itu, dihilangkan akal sehatnya dan bersenang-senang semalaman.
Aku pun pernah melewati itu. Tidak munafik. Itu pun salah satu pengalamanku. Akan tetapi seiring bergantinya tahun, umurku pun bertambah dan kedewasaan juga tingkat pola pikir aku pun mulai berkembang lebih realistis lagi. Mungkin dimulai dari malam ini. Ya malam ini tepat malam tahun baru, yaitu pergantian dari tahun 2013 ke tahun 2014.
Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, aku merayakannya di luar, bersenang-senang, ketawa-ketiwi menikmati indahnya kembang api yang terlukis di awan dengan warna-warni dan berkilauan. Malam ini aku lebih senang tinggal di kamar bersama dengan laptop dan music instrumental yang dapat menyejukkan hati.
Bukan karena aku menutup diri atau aku tidak dapat ikut serta dengan kegembiraan orang-orang di luar sana. Aku hanya mencoba merenungi perjalanan hidupku selama tahun 2013 yang lalu, yang astagfirullah aku penuh dengan dosa dan aku belum bisa jadi manusia yang baik yang di ridhoi Allah.
Aku harus menata hidupku untuk setahun kedepan agar lebih baik lagi. Dan malam ini aku ajukan permintaan-permintaanku Ya Allah, semoga Engkau meridhoi dan mengabulkannya satu per satu.. aamiiin
• Menjadi muslimah yang shalihah (tidak meninggalkan shalat lima waktu, selalu mebaca ayat al-qur’an, melaksanakan shlat sunnah)
• Mendapatkan nilai UAS yang tebaik dan IPK yang terbaik (3,5)
• Memulai semester 4 dengan menjadwal waktunya belajar dan berorganisasi. Mendapat IPK yang terbaik (3,5)
• Mengambil mata kuliah semester 6.
• Mendapat besiswa Djarum
• Mendapatkan nilai uts dan uas yang terbaik.
• Menjalankan ibadah puasa dengan khusu
• Menjadi manusia yang kembali fitri (suci)
• Memulai semester 5 dengan menjadwal waktunya belajar dan berorganisasi. Mendapat IPK 3,5.
• Mengambil mata kuliah semester 7.
• Mendapatkan nilai uts dan uas yang tebaik.
• Tidak ada mata kuliah yang ngulang atau sp.
Bagi Allah tidak ada yang berat untuk mengabulkan permintaan hamba-hamba-Nya. Mungkin orang akan tertawa dengan permintaan-permintaanku itu karena kemampuanku sebagai manusia biasa-biasa saja. Tapi aku percaya kemampuan Allah dapat menghentikan dengan seketika tertawa mereka karena insyaAllah semuanya akan terkabul atas izin dan ridho-Nya … aamiin
Menurutku makna dari malam pergantian tahun adalah bagaimana kita merenungi kehidupan kita selama setahun kebelakang, dan menatanya kembali agar setahun kedepan dapat menjadi lebih baik lagi dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Semoga kita semua dapat memaknai pergantian tahun baru ini dengan hal yang positif.
“Tahun Baru, bukan ajang untuk berpesta ria. Tahun baru, dimana kita dapat menjadi manusia yang lebih baik lagi” – Nina Juliana
Selasa, 31 Desember 2013
My True Story
Setiap hari dalam kehidupan manusia adalah episode-episode yang harus dilalui. Dalam setiap episodenya tidak semua dapat berjalan sesuai keinginan, terkadang rencana manusia dapat tergoyahkan dengan sebuah keinginan yang sebenarnya tidak lebih baik dari rencana kita sebelumnya.
Sore ini (16.15 .16/12/2013) saya tidak sengaja membuka
twitter, dan tidak sengaja pula saya menemukan sebuah akun twitter yang setiap
sharetwittnya sangat menginspirasi. Dari setiap cerita –ceritanya membuat saya
sadar bahwa saya telah lupa salah satu tujuan saya datang ke Kota Bandung ini. Saya
sadar Allah telah menegur saya, dan Dia ingin saya kembali dengan tujuan awal
saya. Terimakasih #JalanHijrahku @pewski , telah membuka kembali akal sehatku
untuk meluruskan jalanku, ini adalah petunjuk dari Allah. Mungkin ini yang
dinamakan bahwa Allah mempunyai berbagai cara untuk hambanya kembali ingat
pada-Nya.
Tidak cukup hanya twitter Teh Pepew saja yang saya follow
,tapi saya pun mencari website dan akun facebook Teh Pepew .Dan alhamdulillah atas izin Allah saya menemukan website dan akun
facebook Teh Pepew. Jemari saya tidak terhenti hanya dengan mencari saja, saya
mulai membuka satu peri satu artikel yang Teh Pepew tulis, dan subhanallah di
dalamnya begitu banyak ilmu yang dapat dipetik dari pengalaman-pengalaman Teh
Pepew.
Sebaris kalimat yang Teh Pepew tulis di status twitternya, alhamdulillah
memberikan berbaris-baris kalimat yang memberikan pelajaran hidup. Terdapat sebuah pepatah yang mengatakan,
“Belajaralah dari pengalaman !”
Sekarang saya sangat menegerti dengan pepatah itu. Teringat
ada salah satu guru saya mengatakan “Pengalaman hidup itu bukan hanya yang kita
alami sendiri, akan tetapi pengalaman orang lain yang dapat kita ambil
hikmahnya”. Dari pertama saya mendengar kalimat itu saya selalu berusaha
memaknai setiap langkah hidup saya dan belajar mengintropeksi diri. Bukan hanya
pengalaman yang saya alami sendiri, saya juga selalu mencoba meresapi setiap
pengalaman orang-orang yang bercerita kepada saya. Tapi yang saya rasakan sama
saja, tidak ada perubahan dalam hidup saya. Sampai akhirnya saya menemukan
tulisan-tulisan yang mengisahkan kehidupan manusia yang langsung dirasakan oleh
manusia itu sendiri. Tulisan-tulisan kehidupan itu adalah tulisan-tulisan Teh
Pepew yang terdapat di blognya. Entah kenapa tulisan-tulisannya adalah
pengalaman hidup saya dan belum sempat saya ketahui setiap makna dari hidup
saya yang telah saya lewati.
Teh Febrianti Almeera atau dari cerita-ceritanya lebih
sering disapa Teh Pepew. Tapi saya lebih senang menyapanya dengan sebutan Teh
Almeera. J
Seorang inspirator muda dan muslimah. Sejak sore itu disaat saya
menemukan akun twitter, website, dan akun facebook Teh Almeera, seperti sebuah magnet yang terus
menarik-narik saya untuk membuka laptop. Langsung saja mata saya menuju icon
mozila dan mengajak jari-jari saya untuk mengetik sebuah alamat blog yaitu
“febriantialmeera.com” .Yaps, sepertinya saya sudah kecanduan tulisan-tulisan Teh
Almeera yang sangat menginspirasi …Hehe
***
Berawal dari sharetwitt Teh Almeera yang menuntun saya untuk
membuka websitenya yaitu sebuah artikel tentang “Tongkat Musa”. Pada
sharetwittnya saat itu sedang membahas,
“Lakukanlah bagianmu, dan Allah akan melakukan bagian-Nya”
Disaat saya membaca sharetwitt tersebut saya sedang galau
.Aciee galau …Hehe. Tapi bukan galau karena cowo yaa. Hmm saya pada saat itu
sedang galau dengan nilai IPK saya yang kurang memuaskan dan jauh dari target,
walaupun sebenarnya masih ada nilai mata kuliah yang belum keluar. Saya
bertanya-tanya dan pada saat itu bermunculan alasan-alasan yang membuat IPK
saya turun, dan saya pun mencoba mentata kembali pola hidup saya.
Alasan-alasan itu muncul dan membuat saya berpikir kembali
apa benar gara-gara itu ?? Entahlah, selama ini saya merasa baik-baik saja ,dan
saya bisa menajalani aktivitas shari-hari saya tanpa beban. Walaupun saya
sering sekali mengeluh. Jangan dicontoh yaa ! Hehe
Namun dari pendapat orang-orang disekitar saya, termasuk orang tua saya
sendiri mengatakan hal yang sama dengan salah satu alasan saya mengapa ipk saya
turun. Alasan itu adalah karena organisasi. Saya berfikir lagi, apa benar
karena organisasi ?
Sampai pada akhirnya saya membaca kembali tulisan The
Almeera di bognya yang berjudul “Pit Stop (Titik Balik)”. Lagi-lagi saya merasa
masuk ke dalam cerita The Almeera. Saya mencoba untuk melakukan Pit Stop, yaitu
dengan berhenti sejenak dari kegiatan saya di organisasi untuk meluruskan
kembali niat saya berada di Kota Bandung ini.
Alhamdulillah, saya merasa tenang dalam belajar dan saya
mearasa ada semangat lagi untuk belajar. Dari sini saya mulai mengetahui apa
yang sebenarnya membuat saya tidak semangat belajar sebelum-sebelumnya. Bukan
karena organisasi, tapi karena saya terlalu lelah dan memaksakan untuk
menjalani kegiatan sehari-hari saya tanpa ada waktu saya untuk istirahat atau
untuk teman-teman saya di kelas.
Saya pun menyadari bahwa kemarin-kemarin saya sangat jauh
dari Allah, mungkin karena terlalu banyak kegiatan. Padahal tidak seharusnya
semua aktivitas saya mengganggu ibadah saya kepada Sang Maha Kuasa.
Kini saya ingin menjalani aktivitas sehari-hari seperti
biasanya. Tanpa lupa untuk beribadah, karena itu yang harus diutamakan. Saya
pun mulai menekuni kembali hobi saya dalam menulis, saya juga kembali
memperbanyak kosa kata saya untuk menulis dengan membanca beberapa blog yang
dapat memberikan inspirasi. Dan saya sangat bereterimakasih kepada The Almeera
yang telah membuka jalan pikiran dan wawasan saya. Semoga saya dapat menjadi
seperti The Almeera ..
“Kehidupan ini kita
sendiri yang manage, maka jangan sia-siakan setiap detik waktu yang yang
berputar” – Nina Juliana
Minggu, 22 Desember 2013
UNTUK MAMAH
|
Article
ini aku tulis untuk mengucapkan rasa terimakasihku untuk mamah, karena tak
dapat rasa ini membalas semua pengorbanan yang telah mamah lakukan untuk
hidup aku…
I
Love You, Mom
|
Perjuangan seorang ibu dalam melahirkan anaknya telah memberi kebahagiaan bagi orang – orang disekitarnya. Betapa berharga seorang ibu, karena tanpa adanya ibu kita semua tidak bisa lahir di dunia ini.
Ibu adalah orang yang
mengandung kita selama Sembilan bulan lamanya. Ibu merawat kandungannya dengan
baik agar calon anaknya dapat terlahir ke dunia dalam keadaan sempurna. Ibu
juga sangat menjaga asupan makanan untuk menjaga pertumbuhan janinnya. Betapa
tulusnya kasih saying seorang ibu, bahkan sebelum beliau melihat langsung
anaknya walaupun masih di dalam kandungan ibu tetap memberikan perhatian kepada
calon anaknya.
Setelah Sembilan bulan
kita ada di kandungan seorang ibu, untuk melahirkan kita ke dunia ibu berjuang
keras sampai mempertaruhkan hidup dan matinya. Bahkan ada sebuah kisah yang
menceritakan proses kelahiran seorang anak yang disertai sebuah pilihan, yaitu
apakah si ibu yang harus diselamatkan atau anak yang akan dilahirkannya ??
Sungguh sebuah pilihan yang berat, terutama bagi ibu yang telah mengandungnya
dan mendambakannya selama Sembilan bulan. Dan ketika seorang ibu dapat
melahirkan dengan selamat betapa bahagia dan terharu melihat buah hatinya dan
dapat menggendongnya. Seorang anak adalah anugrah bagi ibu, harta yang tidak
dapat ditukar dengan apa pun. Ibu yang telah melahirkan kita, dan atas izin
Allah kita dapat melihat dunia ini.
Proses kelahiran memang
fase paling menegangkan bagi seorang ibu. Namun, ketika dapat melihat anaknya
lahir dengan selamat seluruh kasih sayang tercurahkan hanya untuk buah hatinya
tercinta. Setiap harinya ibu meberikan perhatian penuh untuk anaknya, menjaga
kesehatannya, dan meberi yang terbaik yang dapat ibu lakukan untuk anaknya.
Setiap perkembangan anaknya tidak ada yang dilewati, ibu selalu mengetahui apa
yang dapat anaknya lakukan dalam fase pertumbuhannya.
Seorang sahabat
bertanya kepada Rasulullah, "Siapa orang yang paling pantas untuk
mendapatkan aliran kebaikan yang saya lakukan?" Rasulullah menjawab,
"Ibumu!" Sahabat itu kembali bertanya, “Lalu siapa setelah itu?”
Rasulullah menjawab, “Ibumu.” Sahabat itu bertanya lagi, “Kemudian
siapa?” Rasulullah menjawab, “Ibumu.” Lalu, setelah itu siapa wahai Rasul?”
Rasul SAW menjawab, “Ayahmu.” (HR Bukhari Muslim ).
Oleh karena itu,
hormatilah ibu kita yang telah mengandung, merawat, dan memberi perhatian penuh
kepada kita.. JJ
“HAPPY
MOTHERS DAY”
Langganan:
Postingan (Atom)