Setiap hari dalam kehidupan manusia adalah episode-episode yang harus dilalui. Dalam setiap episodenya tidak semua dapat berjalan sesuai keinginan, terkadang rencana manusia dapat tergoyahkan dengan sebuah keinginan yang sebenarnya tidak lebih baik dari rencana kita sebelumnya.
Sore ini (16.15 .16/12/2013) saya tidak sengaja membuka
twitter, dan tidak sengaja pula saya menemukan sebuah akun twitter yang setiap
sharetwittnya sangat menginspirasi. Dari setiap cerita –ceritanya membuat saya
sadar bahwa saya telah lupa salah satu tujuan saya datang ke Kota Bandung ini. Saya
sadar Allah telah menegur saya, dan Dia ingin saya kembali dengan tujuan awal
saya. Terimakasih #JalanHijrahku @pewski , telah membuka kembali akal sehatku
untuk meluruskan jalanku, ini adalah petunjuk dari Allah. Mungkin ini yang
dinamakan bahwa Allah mempunyai berbagai cara untuk hambanya kembali ingat
pada-Nya.
Tidak cukup hanya twitter Teh Pepew saja yang saya follow
,tapi saya pun mencari website dan akun facebook Teh Pepew .Dan alhamdulillah atas izin Allah saya menemukan website dan akun
facebook Teh Pepew. Jemari saya tidak terhenti hanya dengan mencari saja, saya
mulai membuka satu peri satu artikel yang Teh Pepew tulis, dan subhanallah di
dalamnya begitu banyak ilmu yang dapat dipetik dari pengalaman-pengalaman Teh
Pepew.
Sebaris kalimat yang Teh Pepew tulis di status twitternya, alhamdulillah
memberikan berbaris-baris kalimat yang memberikan pelajaran hidup. Terdapat sebuah pepatah yang mengatakan,
“Belajaralah dari pengalaman !”
Sekarang saya sangat menegerti dengan pepatah itu. Teringat
ada salah satu guru saya mengatakan “Pengalaman hidup itu bukan hanya yang kita
alami sendiri, akan tetapi pengalaman orang lain yang dapat kita ambil
hikmahnya”. Dari pertama saya mendengar kalimat itu saya selalu berusaha
memaknai setiap langkah hidup saya dan belajar mengintropeksi diri. Bukan hanya
pengalaman yang saya alami sendiri, saya juga selalu mencoba meresapi setiap
pengalaman orang-orang yang bercerita kepada saya. Tapi yang saya rasakan sama
saja, tidak ada perubahan dalam hidup saya. Sampai akhirnya saya menemukan
tulisan-tulisan yang mengisahkan kehidupan manusia yang langsung dirasakan oleh
manusia itu sendiri. Tulisan-tulisan kehidupan itu adalah tulisan-tulisan Teh
Pepew yang terdapat di blognya. Entah kenapa tulisan-tulisannya adalah
pengalaman hidup saya dan belum sempat saya ketahui setiap makna dari hidup
saya yang telah saya lewati.
Teh Febrianti Almeera atau dari cerita-ceritanya lebih
sering disapa Teh Pepew. Tapi saya lebih senang menyapanya dengan sebutan Teh
Almeera. J
Seorang inspirator muda dan muslimah. Sejak sore itu disaat saya
menemukan akun twitter, website, dan akun facebook Teh Almeera, seperti sebuah magnet yang terus
menarik-narik saya untuk membuka laptop. Langsung saja mata saya menuju icon
mozila dan mengajak jari-jari saya untuk mengetik sebuah alamat blog yaitu
“febriantialmeera.com” .Yaps, sepertinya saya sudah kecanduan tulisan-tulisan Teh
Almeera yang sangat menginspirasi …Hehe
***
Berawal dari sharetwitt Teh Almeera yang menuntun saya untuk
membuka websitenya yaitu sebuah artikel tentang “Tongkat Musa”. Pada
sharetwittnya saat itu sedang membahas,
“Lakukanlah bagianmu, dan Allah akan melakukan bagian-Nya”
Disaat saya membaca sharetwitt tersebut saya sedang galau
.Aciee galau …Hehe. Tapi bukan galau karena cowo yaa. Hmm saya pada saat itu
sedang galau dengan nilai IPK saya yang kurang memuaskan dan jauh dari target,
walaupun sebenarnya masih ada nilai mata kuliah yang belum keluar. Saya
bertanya-tanya dan pada saat itu bermunculan alasan-alasan yang membuat IPK
saya turun, dan saya pun mencoba mentata kembali pola hidup saya.
Alasan-alasan itu muncul dan membuat saya berpikir kembali
apa benar gara-gara itu ?? Entahlah, selama ini saya merasa baik-baik saja ,dan
saya bisa menajalani aktivitas shari-hari saya tanpa beban. Walaupun saya
sering sekali mengeluh. Jangan dicontoh yaa ! Hehe
Namun dari pendapat orang-orang disekitar saya, termasuk orang tua saya
sendiri mengatakan hal yang sama dengan salah satu alasan saya mengapa ipk saya
turun. Alasan itu adalah karena organisasi. Saya berfikir lagi, apa benar
karena organisasi ?
Sampai pada akhirnya saya membaca kembali tulisan The
Almeera di bognya yang berjudul “Pit Stop (Titik Balik)”. Lagi-lagi saya merasa
masuk ke dalam cerita The Almeera. Saya mencoba untuk melakukan Pit Stop, yaitu
dengan berhenti sejenak dari kegiatan saya di organisasi untuk meluruskan
kembali niat saya berada di Kota Bandung ini.
Alhamdulillah, saya merasa tenang dalam belajar dan saya
mearasa ada semangat lagi untuk belajar. Dari sini saya mulai mengetahui apa
yang sebenarnya membuat saya tidak semangat belajar sebelum-sebelumnya. Bukan
karena organisasi, tapi karena saya terlalu lelah dan memaksakan untuk
menjalani kegiatan sehari-hari saya tanpa ada waktu saya untuk istirahat atau
untuk teman-teman saya di kelas.
Saya pun menyadari bahwa kemarin-kemarin saya sangat jauh
dari Allah, mungkin karena terlalu banyak kegiatan. Padahal tidak seharusnya
semua aktivitas saya mengganggu ibadah saya kepada Sang Maha Kuasa.
Kini saya ingin menjalani aktivitas sehari-hari seperti
biasanya. Tanpa lupa untuk beribadah, karena itu yang harus diutamakan. Saya
pun mulai menekuni kembali hobi saya dalam menulis, saya juga kembali
memperbanyak kosa kata saya untuk menulis dengan membanca beberapa blog yang
dapat memberikan inspirasi. Dan saya sangat bereterimakasih kepada The Almeera
yang telah membuka jalan pikiran dan wawasan saya. Semoga saya dapat menjadi
seperti The Almeera ..
“Kehidupan ini kita
sendiri yang manage, maka jangan sia-siakan setiap detik waktu yang yang
berputar” – Nina Juliana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar