Selasa, 31 Desember 2013

My True Story



Setiap  hari dalam kehidupan manusia adalah episode-episode yang harus dilalui. Dalam setiap episodenya tidak semua dapat berjalan sesuai keinginan, terkadang rencana manusia dapat tergoyahkan dengan sebuah keinginan yang sebenarnya tidak lebih baik dari rencana kita sebelumnya.
Sore ini (16.15 .16/12/2013) saya tidak sengaja membuka twitter, dan tidak sengaja pula saya menemukan sebuah akun twitter yang setiap sharetwittnya sangat menginspirasi. Dari setiap cerita –ceritanya membuat saya sadar bahwa saya telah lupa salah satu tujuan saya datang ke Kota Bandung ini. Saya sadar Allah telah menegur saya, dan Dia ingin saya kembali dengan tujuan awal saya. Terimakasih #JalanHijrahku @pewski , telah membuka kembali akal sehatku untuk meluruskan jalanku, ini adalah petunjuk dari Allah. Mungkin ini yang dinamakan bahwa Allah mempunyai berbagai cara untuk hambanya kembali ingat pada-Nya.
Tidak cukup hanya twitter Teh Pepew saja yang saya follow ,tapi saya pun mencari website dan akun facebook Teh Pepew .Dan alhamdulillah  atas izin Allah saya menemukan website dan akun facebook Teh Pepew. Jemari saya tidak terhenti hanya dengan mencari saja, saya mulai membuka satu peri satu artikel yang Teh Pepew tulis, dan subhanallah di dalamnya begitu banyak ilmu yang dapat dipetik dari pengalaman-pengalaman Teh Pepew.
Sebaris kalimat yang Teh Pepew tulis di status twitternya, alhamdulillah memberikan berbaris-baris kalimat yang memberikan pelajaran hidup. Terdapat  sebuah pepatah yang mengatakan,
“Belajaralah dari pengalaman !”
Sekarang saya sangat menegerti dengan pepatah itu. Teringat ada salah satu guru saya mengatakan “Pengalaman hidup itu bukan hanya yang kita alami sendiri, akan tetapi pengalaman orang lain yang dapat kita ambil hikmahnya”. Dari pertama saya mendengar kalimat itu saya selalu berusaha memaknai setiap langkah hidup saya dan belajar mengintropeksi diri. Bukan hanya pengalaman yang saya alami sendiri, saya juga selalu mencoba meresapi setiap pengalaman orang-orang yang bercerita kepada saya. Tapi yang saya rasakan sama saja, tidak ada perubahan dalam hidup saya. Sampai akhirnya saya menemukan tulisan-tulisan yang mengisahkan kehidupan manusia yang langsung dirasakan oleh manusia itu sendiri. Tulisan-tulisan kehidupan itu adalah tulisan-tulisan Teh Pepew yang terdapat di blognya. Entah kenapa tulisan-tulisannya adalah pengalaman hidup saya dan belum sempat saya ketahui setiap makna dari hidup saya yang telah saya lewati.
Teh Febrianti Almeera atau dari cerita-ceritanya lebih sering disapa Teh Pepew. Tapi saya lebih senang menyapanya dengan sebutan Teh Almeera. J
Seorang inspirator muda dan muslimah. Sejak sore itu disaat saya menemukan akun twitter, website, dan akun facebook  Teh Almeera, seperti sebuah magnet yang terus menarik-narik saya untuk membuka laptop. Langsung saja mata saya menuju icon mozila dan mengajak jari-jari saya untuk mengetik sebuah alamat blog yaitu “febriantialmeera.com” .Yaps, sepertinya saya sudah kecanduan tulisan-tulisan Teh Almeera yang sangat menginspirasi …Hehe

***
Berawal dari sharetwitt Teh Almeera yang menuntun saya untuk membuka websitenya yaitu sebuah artikel tentang “Tongkat Musa”. Pada sharetwittnya saat itu sedang membahas,
“Lakukanlah bagianmu, dan Allah akan melakukan bagian-Nya”
Disaat saya membaca sharetwitt tersebut saya sedang galau .Aciee galau …Hehe. Tapi bukan galau karena cowo yaa. Hmm saya pada saat itu sedang galau dengan nilai IPK saya yang kurang memuaskan dan jauh dari target, walaupun sebenarnya masih ada nilai mata kuliah yang belum keluar. Saya bertanya-tanya dan pada saat itu bermunculan alasan-alasan yang membuat IPK saya turun, dan saya pun mencoba mentata kembali pola hidup saya.
Alasan-alasan itu muncul dan membuat saya berpikir kembali apa benar gara-gara itu ?? Entahlah, selama ini saya merasa baik-baik saja ,dan saya bisa menajalani aktivitas shari-hari saya tanpa beban. Walaupun saya sering sekali mengeluh. Jangan dicontoh yaa ! Hehe
Namun dari pendapat orang-orang  disekitar saya, termasuk orang tua saya sendiri mengatakan hal yang sama dengan salah satu alasan saya mengapa ipk saya turun. Alasan itu adalah karena organisasi. Saya berfikir lagi, apa benar karena organisasi ?
Sampai pada akhirnya saya membaca kembali tulisan The Almeera di bognya yang berjudul “Pit Stop (Titik Balik)”. Lagi-lagi saya merasa masuk ke dalam cerita The Almeera. Saya mencoba untuk melakukan Pit Stop, yaitu dengan berhenti sejenak dari kegiatan saya di organisasi untuk meluruskan kembali niat saya berada di Kota Bandung ini.
Alhamdulillah, saya merasa tenang dalam belajar dan saya mearasa ada semangat lagi untuk belajar. Dari sini saya mulai mengetahui apa yang sebenarnya membuat saya tidak semangat belajar sebelum-sebelumnya. Bukan karena organisasi, tapi karena saya terlalu lelah dan memaksakan untuk menjalani kegiatan sehari-hari saya tanpa ada waktu saya untuk istirahat atau untuk teman-teman saya di kelas.
Saya pun menyadari bahwa kemarin-kemarin saya sangat jauh dari Allah, mungkin karena terlalu banyak kegiatan. Padahal tidak seharusnya semua aktivitas saya mengganggu ibadah saya kepada Sang Maha Kuasa.
Kini saya ingin menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasanya. Tanpa lupa untuk beribadah, karena itu yang harus diutamakan. Saya pun mulai menekuni kembali hobi saya dalam menulis, saya juga kembali memperbanyak kosa kata saya untuk menulis dengan membanca beberapa blog yang dapat memberikan inspirasi. Dan saya sangat bereterimakasih kepada The Almeera yang telah membuka jalan pikiran dan wawasan saya. Semoga saya dapat menjadi seperti The Almeera ..

“Kehidupan ini kita sendiri yang manage, maka jangan sia-siakan setiap detik waktu yang yang berputar” – Nina Juliana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar