Kamis, 22 Maret 2012

Siapakah anak yang beruntung ?

Hidup adalah perjuangan, ketika seorang anak harus turun di jalanan untuk mencari uang, apakah itu sebuah perjuangan ??
Sungguh miris melihat anak – anak jalanan yang tak kenal lelah mengumpulkan sekeping demi sekeping uang recehan untuk membiayai keluarganya. Mereka meninggalkan bangku sekolah untuk sesuap nasi, bagaimana negeri ini akan maju apabila generasi penerus yang seharusnya bersaing di dunia pendidikan harus bersusah payah di terminal bus, di trotoar jalan, dan di dalam angkutan umum. Kapan mereka dapat belajar tentang majunya teknologi apabila waktu mereka hanya untuk mencari uang. Namun kembali lagi pada Sang Maha Kuasa, Allah SWT., dibalik semua penderitaan anak jalanan masih ada anak yang beruntung dapat duduk di bangku sekolah. Pertanyaannya, apakah anak – anak beruntung itu dapat memanfaatkan anugrah yang didapatnya ??
 Sungguh miris melihat para pelajar yang menggunakan seragamnya hanya untuk bertawuran.
Mereka tidak menggunakan kesempatan yang mereka dapat  untuk suatu hal yang positif, bahkan mereka tak peduli dengan pelajaran sekolahnya. Yang ada dipikiran mereka hanya sebuah kesenangan sesaat, berfoya-foya, dan menjadi anak yang konsumtif. Apakah mereka tidak berpikir bahwa mereka adalah seorang anak yang sangat dinantikan orang tuanya, yang akan menjadi kebanggaan kedua orang tuanya.
Jadi, manakah yang sebenarnya seorang anak yang beruntung ??
Tentu saja jawabannya adalah seorang anak jalanan. Mengapa ??
Karena walaupun hidup mereka tak dapat mengenyam pendidikan, namun mereka menggunakan kesempatan hidup mereka untuk membiayai keluarganya. Tidak seperti sebagian anak yang dapat duduk di sekolah yang tidak dapat memanfaatkan kesempatan hidup dan lahir di keluarga yang berada.
Oleh karena itu, pergunakanlah kesempatan hidupmu untu melakukan hal – hal yang berguna.
Dan bagi kamu yang pernah melakukan kesalahan, gunakanlah kesempatan hidupmu untuk memperbaiki kesalahan itu dan tidak mengulanginya lagi.!!!!!!
Ingat ! Kita hidup di dunia ini hanya sementara, semua yang kita miliki hanyalah titipan semata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar